Nah, Al-Ghozali menerangkan, ketika manusia "naik" (mi'roj) ke hadirat Allah, menuju pada Allah, ada sesuatu di alam malakut (alam gaib) yang mengukir atau mencetak segala ilmu dan pengetahuan dengan detail pada sesuatu yang ada yang disebut dengan substansi yang menerimanya (الجواهر القابلة).
Perlu diterangkan kembali. Dalam filsafat Islam, ada istilah Jauhar dan 'arodh. Jauhar itu substansi. 'Arodh, itu aksidental, seperti sifat, warna, bentuk, dan rupa yang melekat. Contohnya, misalnya rumah. Rumah itu kita sebut saja sebagai substansi, nah, 'arodhnya adalah, warnanya, bentuk rumahnya, temboknya, dan seterusnya.
Nah, di alam malakut, ada Jauhar yang bisa "mewujudkan" ilmu-ilmu dan pengetahuan secara detail. Dan Al-Ghozali menyebut perlambang atau metafora hal tersebut di dalam Al-Quran adalah "pena" (القلم). Ya, pulpen.
Pena ini perlambang atau metafora yanh digunakan untuk menunjuk pada hal dan sesuatu yang membuat sesuatu menjadi detail dan jelas.
Sederhananya, pena membuat suatu pengetahuan yang awalnya abstrak, masih berbentuk ide, kemudian diubah menjadi pengetahuan yang jelas bentuknya. Analogi sederhananya. Misalnya saya punya ide ingin menulis tentang rindu pada seorang perempuan yang senyumnya sangat manis dan indah.
Ide menulis ini, masih abstrak. Belum jelas. Nah, untuk membuatnya menjadi jelas, saya wujudkan keinginan menulis itu, misalnya ke dalam sebuah puisi atau cerita atau pantun. Nah, yang awalnya ide, kemudian didetailkan sedemikian rupa hingga menjadi sebuah tulisan tentang rindu tersebut, dimetaforakan, digambarkan dengan pena.
Kemudian, ilmu-ilmu yang detail tersebut dipindahkan ke sesuatu yang lain. Nah, "media" memindahkan sesuatu yang didetailkan oleh pena tadi, perlambang atau metafora yang digunakan dalam Al-Quran adalah "al-lauh, kitab, dan al-Roqqul Mansyur" (اللوح والكتاب والرق المنشور).
Kalau diartikan dengan sederhana, Al-Lauh adalah tablet atau papan yang digunakan untuk menulis. Kitab adalah buku. Dan Ar-roqqul Mansyur adalah kertas yang terhampar atau kertas yang terbuka.
Allahu a'lam bisshowab
Sawangan Baru, 20022022
Tidak ada komentar:
Posting Komentar